Sebagian pemilik usaha merasa cukup dengan Instagram atau TikTok. Untuk membangun audiens, itu benar. Tapi ada perbedaan mendasar: akun media sosial Anda "sewa", website Anda "milik".

Ketika algoritma berubah atau akun bermasalah, jangkauan bisa hilang dalam semalam. Website tidak tunduk pada aturan pihak lain. Ia juga muncul di pencarian Google saat orang mencari solusi yang Anda tawarkan — momen ketika niat beli paling tinggi.

Website dan media sosial bukan pilihan salah satu. Keduanya saling melengkapi: media sosial menarik perhatian, website mengubah perhatian itu menjadi kepercayaan dan transaksi.